KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan puji syukur atas kehadirat
Tuhan YME, atas segala kebesaran dan limpah nikmat yang diberikan-Nya, sehingga
kami dapat menyelesaikan makalah tentang “Musik Mancanegara”. Adapun penulisan
makalah ini bertujuanuntuk memberikan informasi mengenai music tradisionaL
mancanegara.
Dalam penulisan makalah ini, berbagai
hambatan telah kami alami. Oleh karena itu, terselesaikannya makalah ini tentu
saja bukan karena kemampuan kami semata-mata. Namun karena adanya dukungan dan
bantuan dari pihak-pihak yang terkait.
Sehubungan dengan hal tersebut, perlu kiranya
kami dengan ketulusan hati mengucapkan terima kasih kepada ibu Mariati yang
telah membimbing kami dalam menyelesaikan makalah ini. Kami juga berterima
kasih kepada semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu persatu, yang
telah membantu menyelesaikan makalah ini.
Dalam penyusunan makalah ini, kami menyadari
pengetahuan dan pengalaman kami masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan adanya kritik dan saran dari berbagai pihak agar makalah
ini lebih baik dan bermanfaaat. Akhir kata kami ucapkan semoga Tuhan YME selalu
membalas budi baik anda semua.
Punggaluku ,11 Desember 2013
Daftar Isi
Halaman Judul.......................................................................................1
Kata
Pengantar......................................................................................2
Daftar
Isi................................................................................................3
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang............................................................................4
B. Tujuan.........................................................................................4
C. Rumusan
Masalah......................................................................5
BAB II PEMBAHASAN
A. Makna Musik Mancanegara.......................................................6
B. Sejarah Musik Mancanegara......................................................6
C. Ragam Musik Mancanegara di Luar Asia................................9
D. Keunikan Musik Mancanegara.................................................11
E. Peranan Musik Mancanegara di Masyarakat............................11
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan...............................................................................12
B. Saran.........................................................................................12
Daftar
Pustaka.....................................................................................13
BAB
1
PENDAHULUAN
A. latar belakang
Musik
adalah ilmu atau seni menyusun nada atau suara diutarakan, kombinasi dan
hubungan temporal untuk menghasilkan komposisi (suara) yang mempunyai
keseimbangan dan kesatuan, nada atau suara yang disusun sedemikian rupa
sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan (terutama yang dapat
menghasilkan bunyi-bunyi).
Musik
berdasarkan jenis, atau alirannya
terbagi
menjadi 2 macam yaitu
a. Musik Tradisional
b. Musik mancanegara
Musik
tradisional adalah musik yang dipengaruhi oleh adat, tradisi dan budaya
masyarakat tertentu. Pada umumnya, musik tradisi menjadi milik masyarakat
bersama. Tidak diketahui siapa pencipta dari musik tradisi, baik yang berupa
music instrumental maupun vokal. Musik tradisional dengan kesederhanaannya
merupakan warisan seni budaya leluhur yang memiliki niali tinggi. Karena
tingginya nilai musik ini maka musik ini selalu dicintai dan dipertahankan atau
dilestarikan oleh masyarakat. Istilah musik tradisional ini sudah tidak asing
lagi bagi masyarakat dunia, seperti negara-negara di Eropa musik tradisinya
ialah Musik Klasik,Musik Jazz, Musik Blues, Musik Countri, Musik Ska, dan Musik
Reggae.
Musik Mancanegara adalah music yang
dipengaruhi oleh adat, tradisi, budaya masyarakat setempat dalam suatu negara.
Sebuah musik tradisional mancanegara menggambarkan kebudayaan yang dianut.
Musik Mancanegara memiliki ciri khas,
karakter, dan keunikan sendiri. Musik Mancanegara umumnya berperan dalam acara keagamaan, acara
pesta panen, atau acara perhelatan perkawinan.
Beberapa
negara di dunia memiliki music dengan jenis dan macamnya yang beraneka ragam
dan berbeda. Di Prancis, permainan musik accordion berfunggsi sebagai pengiring
dansa. Irlandia dan Eropa Timur, masyarakat tradisional dengan bersemangat
memainkan alat musik biola sebagai hiburan dan acara pesta. Di Scotlandia
dengan alat musik bagpipe (pipa berkantung ) digunakan untuk bersenandung dan sebagai
kelompok musik militer Scotlandia dengan
kelengkapan genderang. Fungsi musik tradisional India , negara yang mayoritas
beragama Hindu ini musik digunakan untuk mengiringi tari-tarian; untuk tata
suara teater tradisional sampai teater modern atau film ; untuk upacara
keagaaman (Hindu); dan sebagai musik istana(kerajaan).Di RRC orang –orang
Thionghoa memainkan music tradisional fungsinya adalah sebgai pengiring opera atau
teater tradisional China, untuk upacar apanen dan upacara adat, dan sebagai
musik kerajaan(istana) pada zaman dahulu. Di Jepang (negara Sakura) seni musik
tradisional merupakan seni yang mendapat tempat di negerinya karena orang
Jepang, meskipun bangsa maju (modern), mereka tetap memegang teguh dan menjunjung
tinggi nilai-nilai kepribadian dan adat luhur
bangsa. Seni musik dijunjung tinggi
untuk mengantar sejenis pemujaan
berhala. Musik dalam upacara tersebut dinamakan “ Kamin Gura” (music kami).
Disamping itu musik digunakan dalam mengiringi pawai tradisi. Di negeri Korea
dikenal Chwita adalah jenis music militer yang dimainkan di istana ketika
gerbang utama dibuka untuk menyambut kedatangan raja yang pulang dari
perjalanan, juga untuk menyambut utusan asing atau pawai militer. Musik rakyat Korea
dapat dibedakan menjadi banyak jenis, antara lain nongak (musik petani), minyo
dan pansori. Fungsi musik tradisional di Afrika Selatan dikenal alat musik
terompet tradisional yang menghasilkan suara yang cukup keras yang berfungsi
untuk memberikan semangat.
B. Tujuan
Pada materi
pembelajaran sebelumnya kita telah mengenal musik Nusantara. Di luar musik
Nusantara tentu ada musik lain yang lahir dan berkembang di negara-negara lain,
yaitu musik mancanegara. Dengan membaca dan mempelajari makalah ini, diharapkan
pembaca dapat mewujudkan tujuan dari makalah ini, yakni mengetahui makna musik
mancanegara, sejarah musik mancanegara, ragam musik mancanegara di luar Asia,
dan peran musik mancanegara di masyarakat.
C.
Rumusan Masalah
Adapun
permasalahan pada makalah ini dapat dilihat dalam bentuk pertanyaan sebagai
berikut.
1. Apa makna
musik mancanegara?
2. Bagaimanakah
sejarah musik mancanegara?
3.
Apa yang kamu ketahui tentang ragam musik
mancanegara berdasarkan media dan aliranya?
4.
Bagaimana
peranan musik mancanegara di masyarakat?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Makna Musik Mancanegara
Musik mancanegara dapat diartikan
dengan musik modern. Adapun mancanegara berarti negara yang berasal dari luar
negeri atau negara asing. Jadi, musik mancanegara adalah musik yang berasal
dari luar negeri atau musik modern yang berasal dari luar negeri.
B. Sejarah Musik Mancanegara
a. Zaman Yunani Kuno dan Romawi Kuno
Para ahli meyakini perkembangan musik di barat
berawal dari musik Yunani dan Romawi Kuno, yaitu pada tahun 500 SM sampai 300
SM. Bangsa Yunani menganggap bahwa musik merupakan salah satu cabang seni yang
sangat penting, sehingga timbul anggapan bahwa orang-orang yang berpendidikan
tinggi dan berbudi luhur disebut orang musikal. Sebaliknya, orang-orang bodoh
dan berbudi rendah disebut orang tidak musikal. Bagi bangsa Yunani, musik
berfungsi sebagai berikut.
-
Iringan upacara religius
-
Iringan upacara kerajaan
-
Iringan drama, tari, sastra, atletik,
dan hiburan.
b.Abad Pertengahan (Abad V – XVI)
Abad pertengahan berada di antara
zaman akhir kerajaan Roma (476) dan zaman bangkitnya ilmu pengetahuan dan
munculnya berbagai penemuan. Musik yang dulunya terdiri dari satu suara
(monofonik) bertambah menjadi beberapa suara (polifonik).
Pada abad ini terdapat perkembangan perbaikan tulisan musik dan dasar-dasar
teori musik. Pencetus tulisan musik atau notasi musik ini adalah Guido
d’Arezzo. Musik abad pertengahan dikelompokan menjadi tiga, yaitu :
-
Periode permulaan. Pada periode ini
musik berkembang sangat lambat dan hanya meneruskan musik pada masa Yunani Kuno
dan Romawi Kuno.
-
Periode pertengahan. Pada periode ini
musik gregorian mulai berkembang.
-
Periode akhir abad pertengahan. Pada
periode ini berkembang musik yang tumbuh di luar gereja, yakni musik duniawi
dan musik organum.
Pelopor
musik pada abad pertengahan adalah Guillanme Dufay dari Perancis dan Adam de la
Halle dari Jerman.
c. Zaman Renaissance (Abad XVI – XVII)
Renaissance artinya “terlahir kembali”.Pada abad ini perkembangan musik
gereja merosot, sedangkan musik duniawi mulai mendapat perhatian dan kedudukan
yang makin penting. Instrumen musik , dulunya hanya sebagai pengiring lagu,
mulai dibuat komposisinya. Instrumen orgel mendapat perhatian di Italia dan
Jerman, sedangkan di Inggris lebih memperhatikan instrumen pendahulu piano
yaitu virginal. Komponis terpenting abad Renaissance adalah Frescobaldi (1583 –
1644 Italia), Scheidt (1857 – 1654), Scheid Mann (1595 – 1663, Jerman), dan
Bull (1563 – 1628, Inggris). Opera mulai berkembang dengan menggunakan
permainan solo sebuah instrumen (solistis) dan Koor besar.
d. Zaman Barok dan Rakoko
“barok” dan “rokoko”dipinjam dari
dunia arsitektur. Kata barok berarti aneh, penuh hiasan, rumit, berbelit-belit,
berlebihan, serta memenuhi tempat dan wadah, baik sengan tindakan, gerakan,
bunyi, hiasan, maupun warna. Kemajuan pada abad ini terdapat dua aliran yang
sifatnya hampir sama. Pada aliran Barok dan Rokoko sama-sama menggunakan
ornamentik (hiasan musik). Tetapi pada aliran Barok memakai ornamentik yang
diserahkan pada improvisasi spontan oleh pemain. Sedangkan pada Rokoko semua
ornamentik dicatat. Masyarakat pada Zaman Barok tidak hanya melihat kemanusiaan
dan keberadaannya secara seutuhnya sebagaimana pada Zaman renaissance dengan
humanismenya. Masyarakat pada Zaman Barok lebih memerhatikan perasaan dan
imajinasi. Komponis-komponis pada abad Barok dan rokoko ini diantaranya Johan
Sebastian Bach (1685 – 1750) dari Jerman dan George Frederick haendel (1685 –
1759) dari London.
e. Zaman Klasik (Abad XVIII – Awal Abad
XIX)
“klasik” dipinjam dari satu bentuk
jenis dalam dunia sastra yang memberi ciri-ciri ketaatan pada kaidah-kaidah
formal bentuk dan struktur komposisi dalam mencapai keseimbangan dan kesempurnaan
musik. Abad klasik diawali sepeninggal Bach dan Handel, sekitar tahun 1750).
Musik zaman klasik memiliki ciri sebagai berikut.
-
menggunakan peralihan dinamik crescendo atau decrescendo.
-
Perubahan-perubahan tempo dengan accelerando dan ritardando.
-
Pembatasan nada-nada hias (ornamentik).
-
Pemakaian akor tiga nada.
f. Zaman Romantik (Abad XIX – Awal Abad
XX).
Musik romantik sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik bukan
saja digunakan untuk mencapai keindahan nada-nada,tetapi dipergunakan untuk
mengungkapkan perasaan, sehingga banyak menggunakan dinamik dan tempo. Sajian
musiknya tidak menggunakan nada-nada hias kecuali trill.
Komponis-komponis
yang terkenal antara lain :
- Ludwig Van Beethoven dari Jerman.
- Franz Peter Schubert dari Wina.
- Francois Frederick Chopin dari Polandia.
- Robert Alexander Schumann dari Jerman.
- Johannes Brahms dari Jerman.
g. Zaman Peralihan (Abad XX)
Sesungguhnya zaman kebesaran Romantik telah selesai sepeninggal Wagner.
Zaman setelah Romantik bersifat membelakangi adat kebiasaan pada zaman
Romantik. Munculnya berbagai unsure gaya yang tegas menunjukan arah pembaharuan
yang berarti Revolusi musik. Komponis zaman peralihan menuju modern di
antaranya : Cesar Auguste Franck (1882-1890), Gustav Mahler (1860-1911), Peter
Ilyich Tschaikovsky (1840-1893), dan Sergei Rachmaninoff (1873-1943).
h. Zaman Modern (Abad XX – Sekarang)
Musik pada zaman modern tidak mengakui adanya hukum-hukum dan
peraturan-peraturan karena kemajuan IPTEK yang semakin pesat, dan berkembangnya
globalisasi dunia yang juga berimbas di perkembangan musik dunia. Salah satu
tujuan modernisme adalah emansipasi dan pembebasan dari keterbelengguan,
keterikatan dasar, dan pembatasan. Komponis zaman modern antara lain :
- Claude
Archille Debussy dari Perancis.
- Bella
Bartok dari Hongaria.
-
Maurice Ravel dari Perancis.
- Igor
fedorovinsky dari Rusia.
- Edward
Benyamin Britten dari Inggris.
Perkembangan
lagu menyesuaikan perkembangan musik pada waktu itu, kebanyakan lagu-lagu dari
zaman Yunani hingga zaman peralihan berorientasi klasik atau berbentuk seriosa
dengan iringan musik orkestra.
C.
Ragam Musik
Mancanegara
1. Musik Klasik
a.
Pengertian
Musik klasik adalah musik yang
diproduksi dalam seni, atau berakar dalam, tradisi music liturgi Barat dan
sekuler, yang mencakup periode yang luas dari sekitar abad ke-9 untuk
menyajikan norma-norma sentral times.
b.
Ciri-ciri dan Elemen
1. Didominasi oleh musik gesek dan tiup.
2. Tidak menggunakan beat (drum-set) secara konstan.
3. Tidak menonjolkan ritme pada melodi dan harmoni.
c. Fungsi
Meningkatkan kecerdasan majemuk,Memfasilitasi ikatan emosional orang
tua dan anak anak Membangun ketrampilan sosial dan emosional anak
2. Musik jazZ
a. Pengertian
Jazz adalah jenis musik yang tumbuh
dari penggabungan blues, ragtime, dan music Eropa, terutama musik band
b. Ciri-ciri
dan elemen-elemennya
1) Vokal dan lirik cenderung dianggap sebagai bagian dari bunyi instrumen
2) Harmoninya rumit, memiliki tonalitas yang luas dan sering terjadi
modulasi
3) Ritme dan melodi memiliki kecenderungan
c. Alat-alat
Musik yang digunakan
Gitar, Trombon,Piano,Trompet,Saksofon,
Sejarah dan Fungsi
3. Musik Country
a.
Pengertian
Musik country adalah campuran
dari sejumlah unsur musik Amerika yang berasal dari Amerika Serikat Bagian
Selatan dan Pegunungan Appalachia.
b. Alat-alat
Musik yang digunakan
Gitar,gitar bass, Biola ,drum, steel guitar
mandolin, dobro,banjo,harmonika
4.Musik
Blues
a. Pengertian
Blues adalah sebuah aliran musik vocal dan instrumental yang berasal
dari Amerika Serikat (AS).
b. Alat-alat
Musik yang digunakan
Gitar, Klarinet, Gitar Bass ,Trompet, Saksofon, Double Bass,Trombon ,Drum, Piano.
5.
Musik reggae
a. Pengertian
Reggae
merupakan irama musik yang berkembang di Jamaika.
b. Alat-alat
Musik
Drum,
Bass, Guitars, Keyboard.
E. Keunikan Musik Mancanegara
Keunikan
mancanegara dapat dilihat dari jenis aliran musiknya. Sebagai contoh, musik
jazz. Musikm ini memiliki karakter yang khas, yaitu
permainan improvisasi yang menonjol. Munculnya ide atau gagasan melodi tersebut
tanpa dipersiapkan terlebih dahulu.. improvisasi yang sering dilakukan pada
musik jazz, yaitu penggunaan nada-nada sinkop dan penggunaan tangga nada yang
sering bukan merupakan akor yang sedang dimainkan. Keunikan “simponi No. 5”
karya L. V. Beethoven terletak pada ide dasar penciptaannya, yaitu penggunaan
motif melodi pendek dan sederhana. Motif tersebut diulang-ulang dengan
pengembangan sehingga membentuk sebuah karya musik yang indah.
F. Peranan Musik Mancanegara di Masyarakat
Secara umum,
musik bagi manusia memiliki peranan yang bersifat psikologis (jiwa manusia),
sosiologis (kehidupan sehari-hari), pendagogis (pendidikan), dan kultural
(kebudayaan manusia). Musik mancanegara memiliki peranan dalam kehidupan
masyarakat, misalnya pada musik klasik dapat digunakan sebagai sarana
peningkatan kecerdasan. Selain untuk kecerdasan, musik juga memiliki peranan
dalam bidang terapi kesehatan. Selain itu, musik juga berperan untuk membantu
pasien autisme. Oleh para terapis musik, pasien tersebut diajak untuk
mengekspresikan diri dengan menggunakan bunyi-bunyian musik.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
dari hasil pembahasan di atas, maka dapat disimpulkan
bahwa dalam sejarah, musik barat disusun atas perkembangan teknik, komposisi,
dan praktik permainan musik pada segmen zaman dan gaya musik. Menurut
sejarahnya, musik mancanegara dikelompokan menjadi delapan zaman. Ragam musik
mancanegara di luar Asia dikelompokan berdasarkan fungsi, media, dan alirannya.
Musik mancanegara juga memiliki peranan dalam kehidupan masyarakat.
B.
Saran
Dari kesimpulan
di atas, penulis mengemukakan saran terutama yang menjadi objek permasalahan
dalam makalah ini antara lain :
1.
meskipun telah
dijelaskan bagaimana sejarah lahirnya musik mancanegara, perlu juga dijelaskan
bagaimana munculnya aliran-aliran musik mancanegara di Indonesia. Selain itu,
meskipun budaya dan musik mancanegara sudah berkembang di Indonesia, namun perlu
penyaringan sisi positif dan negatifnya, agar tidak membuang pribadi asli
Indonesia.
2.
Selanjutnya, kritik dan
saran dari guru serta pembaca sangat kami butuhkan untuk kesempurnaan makalah
ini.
Daftar Pustaka
ü http://
forum.kafegaul.com/showthread.php?t=65845&page=7
ü Kbmmusik9.blogspot.com/2011/07/sejarah musik mancanegara
ü Hardjana,suka.1983.
estetika Musik. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat
Jenderal pendidikan Dasar dan Menengah.