Tuesday, August 26, 2014

makanan khas sulawesi tenggara 'SINONGGI' suku tolaki



http://hardivizon.com/wp-content/uploads/2013/03/sinonggi.jpg 

Tolaki adalah salah satu suku yang ada di Sulawesi Tenggara.mendiami daerah yang berada di sekitar kabupaten Kendari dan Konawe. Suku Tolaki berasal dari kerajaan Konawe. Dahulu, masyarakat Tolaki umumnya merupakan masyarakat nomaden yang handal, hidup dari hasil berburu dan meramu yang dilaksanakan secara gotong-royong. Hal ini ditandai dengan bukti sejarah dalam bentuk kebudayaan memakan sagu (sinonggi/papeda), yang hingga kini belum dibudidayakan atau dengan kata lain masih diperoleh asli dari alam. Raja Konawe yang terkenal adalah Haluoleo (delapan hari). Masyarakat Kendari percaya bahwa garis keturunan mereka berasal dari daerah Yunan Selatan yang sudah berasimilasi dengan penduduk setempat, walaupun sampai saat ini belum ada penelitian atau penelusuran ilmiah tentang hal tersebut. Kini masyarakat Tolaki umumnya hidup berladang dan bersawah, maka ketergantungan terhadap air sangat penting untuk kelangsungan pertanian mereka. untunglah mereka memiliki sungai terbesar dan terpanjang di provinsi ini. Sungai ini dinamai sungai Konawe. yang membelah daerah ini dari barat ke selatan menuju Selat Kendari.
Sagu merupakan salah satu jenis bahan makanan pokok dari beberapa suku di Indonesia, termasuk suku Tolaki yang mendiami wilayah daratan sulawesi tenggara yang oleh masyarakat sana makanan pokoknya ini disebut dengan nama “Sinonggi”. Sinonggi ini sama dengan Papeda kalau di Papua atau Maluku, atau kalau orang Luwu Sulawesi Selatan menyebutnya Kapurung, namun dari ketiga nama di atas Sinonggi, Papeda dan Kapurung memiliki bentuk penyajian yang berbeda-beda alias tidak sama dalam cara penyajian baik bentuknya maupun hidangan pendampingnya.
Sinonggi dalam penyajiannya dimasak dan disajikan secara terpisah antara Sinonggi, sayur lauknya dan lauk ikannya serta hidangan pendamping pelengkap lainnya, barulah ketika akan disantap Sinonggi disatukan dalam piring. Sinonggi yang merupakan kuliner tradisional masyarakat Tolaki ini terdiri dari
1. Sinonggi yaitu saripati sagu yang dikentalkan dengan cara menyiram dengan air panas secukupnya sambil diaduk/diputar secara perlahan sampai mengental seperti “lem” dan siap disajikan atau bahasa Tolakinya mosolori.
2. Sayur, sayur khas dan merupakan pasangan paling cocok untuk menyantap sinonggi (bahasa daerahnya “mosonggi”) adalah campuran sayur bayam, terong bulat kecil yang bahasa lokalnya disebut palola, kemudian okri/vegeta atau bahasa lokalnya kopigandu serta kacang panjang, yang dimasak bening dan biasanya saat disajikan air kuah sayur dipisahkan dengan sayurnya.
3. Lauk ikan atau daging/ayam, yang paling khas dan merupakan masakan yang paling cocok untuk lauk ikan, daging/ayam ini adalah dimasak tawaoloho yaitu dimasak bening dengan sedikit bumbu, namun ditambah dengan satu bumbu khas yakni daun kedondong hutan atau bahasa lokalnya disebut tawaoloho, bisa juga memakai daun kedondong biasa namun rasanya kurang kecut atau asam, dimana rasa kecut atau asam khas daun kedondong inilah yang memberi sensasi rasa kecut segar yang membangkitkan selera.
4. Sambal, hampir semua hidangan akan terasa lebih nikmat jika ada sambalnya, begitu pula dengan Sinonggi. Sambal sinonggi biasanya hanya sambal ulek biasa, cabe dan tomat serta terasi secukupnya sesuai selera dan yang agak khas sedikit adalah sambal dicampur dengan mangga muda yang diparut atau dicacah, dan ada satu jenis mangga di Sulawesi Tenggara yang rasanya sangat masam/kecut, kalau orang lokal menyebutnya dengan nama mangga “hiku” kalau bahasa Indonesianya saya kurang tahu karena belum pernah menemukannya. Namun justru rasa masam dan kecut ini menjadikan makan Sinonggi atau mosonggi ini akan terasa nikmatnya sampai mengucurkan keringat.


Bahan
  • Sagu Secukupnya
  • Air Secukupnya
  • Sayur atau Kuah Ikan
  • Sambal
  • Daun Cemangi
  • Jeruk Nipis/Purut

Cara Membuat:
Ambil Sagu secukupnya simpan di baskom yang kecil atau sedang, cuci hingga bersih terlebih dahulu tentunya, setelah bersih siapkan lah air panas, ingat yang mendidih, karena jika kurang mendidih biasanya sagu menjadi setengah matang ciri-ciri nya berwarna putih dan bergumpal. Tuangkan air mendidih ke baskom yang berisi sagu sedikit demi sedikit, sambil di aduk-aduk tuangkan terus sampai warna sagu berubah menjadi agak bening seperti gambar dibawah ini. Nah Sinonggi sudah jadi.

Cara Penyajian:
Seperti yang saya sebutkan di awal tadi, pelengkap Sinonggi biasa bermacam- macam tergantung selera, saya sangat suka makan sinonggi (Mosonggi) dengan kuah ikan atau pokea yang di masak pakai belimbing, lalu tidak lupa ikan Kabengga. Jadi cara penyajiannya adalah tergantung selera, ada juga yang mosonggi pake sayur, ada juga yang mosonggi pake kari ayam atau daging kari, pokok nya sesuai. Umumnya makanan siap saji seperti sayur, kuah ikan, serta sambal sudah disiapkan sebelum sinonggi siap, supaya dapat langsung disantap saat sinonggi masih panas. Sayur dan sambal biasa juga ditambah dengan daun kemangi dan jeruk purut.