Wednesday, December 24, 2014

MAKALAH tentang jurnalistik televisi, jurnalistik media cetak, dan jurnalitik online



intan azizah tamburaka
stambuk : N1A514110
JURUSAN SASTRA INGGRIS
DASAR-DASAR JURNALISITIK
UNIVERSITAAS HALU OLEO


BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
           
Pengertian jurnalistik tidak hanya sebatas melalui media cetak seperti surat kabar,majalh dan lain-lain, namun meluas menjadi media elektronik seperti radio dan televise. Berdasarkan media yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik (electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik secara tersambung (online journalism).
            Menulis berita bukan sekedar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,actual dan informatif. Tidak seperti menulis karangan yang mendayu-day. Kualitas berita tentu harus memenuhi criteria umum penulisan, yaitu 5W+1H.
            Dalam makalah ini saya akan membahas tentang jurnalistik televisei, jurnalistik media cetak , dan jurnalistik online. Dalam komunikasi massa media tersebut, lembaga penyelenggeraan komunikasi bukan secara perorangan, melainkan melibatkan banyak orang dengan organisasi yang komplek serta pembiayaan yang besar.
1.2 Rumusaan Masalah
            1. Apa pengertian jurnalistik?
            2. Jurnalistik televisi
            3. Jurnalistik media cetak
            4. Jurnalistik online
1.3 Tujuan Makalah
            Tujuan dalam makalah ini adalah untuk mendeksripsikan pengertian jurnalistik, jurnalistik televisi, jurnalistik media cetak dan jurnalistik online.

1.4 Manfaat Makalah
            Manfaat yang diharapkan dalam makalah ini adalah sebagai bahan informasi bagi pelajar dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran jurnaalistik.

BAB II
PEMBAHASAN

1.) Pengertian jurnalistik
            Secara etimologis kata jurnalistik berasal dari bahasa perancis yaitu ‘journ’ yang berarti catatan atau laporan hariaan.Secara singkat, jurnalistik berarti kegiatan berhubungan dengan pencatat atau pelaporan setia hari.
            Secara harfiah, jurnalistik artinya kewartawanan atau hal-ikhwal pemberitahuan. Menurut kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapakan, mengedit, dan menulis di surat kabar,majalah dan media massa lainnya.

2.) Jurnalistik Televisi
            Jurnalistik televisi adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi berupa berita,feature,advertising, dan opini melalui media massa kepada khalayak. Televisi adalah salah satu media massa/komunikasi berupa suara dan gambar. Televisi merupakan hasil produk teknologi tinggi yang menyampaikan isi pesan dalam bentuk audiovisual gerak kepada khalayak. Jurnalistik media elektronik audiovisual, atau jurnalistik televisi siaran, merupakan gabungan dari segi verbal, teknologikal, dan dimensi dramatika. Verbal berhubungan dengan kata-kata yang disusun secara singkat, padat, efektif. Visual lebih banyak menekankan pada bahasa gambar yang tajam,jelas,hidupemikat,teknologikal,berkaitan dengan daya jangkau siaran, kualitas suara, dan gambar yang dihasilkan serta diterima oleh pesawat televisi penerima di rumah-rumah.
            Hal yang merupakan karakteristik dari sebuah televisi adalah News Productionnya yang harus menggunakan bahasa tutur, bahasa gambar, melukiskan tentang gambar dan atau melaporkan tentang gambar. Tentu saja penggunaan bahasa tutur ini sangat banyak implikasinya, terutama karena harus benar-benar sinkron antar gambar dan kata-kata.
            Jurnalistik televisi ini merupakan kegiatan pengolahan dan penyiaran berita yang dilakukan melalui media televisi. Wartawan juga tidak semata disebut sebagai jurnalis, mereka adalah broadcaster. Ada produser, peliput lapangan, ada juru kamera, ada editor gambar, dan nada news anchor (penyaji berita).
            Berta televisi haruslah menarik,akurat,harus punya kapabilitas untuk memberikan kesaksian tentang informasi yang diberikan, semua narasumber harus digali informasinya secara seimbang, penulis harus sesuai dengan informasi yang didabat dari realitas, fakta, dan narasumber.

3.) Jurnalistik Media Cetak
            Jurnalistik media cetak adalah kegiatan jurnalistik yang terorganisasikan, kemudian melahirkan apa yang dikenal dengan pers, yaitu usaha-usaha penerbitan karya jurnalistik yang berupa informasi dan berita. Usaha-usaha penerbitan atau per situ memiliki kebijakan dalam hubungan dengan struktur masyarakat dan Negara. Kebijakan itu kemudian menjadi orientasi dari karya jurnalistik yang berada dalam lingkupnya. Sebutan pers berasal dari cara kerja mesin cetak menekan huruf-huruf di atas kertas.
            Dalam sejarahnya, jurnalistik media cetak merupakan bentuk jurnalistik pertama sebelum munculnya radio, televisi dan internet. Dari segi format dan ukurannya media cetak terbagi menjadi berbagai segi, yakni format Koran, format tabloid, dan format majalah.
1. Koran
                        Di Indonesia hampir seluruh Koran berukuran sama karena kertas yang digunakan ukurannya standar internasional.
            Koran umumnya terbit setiap hari, bahkan banyak Koran yang menyebut mediannya sebagai harian pagi. Namun pada perkembangannya, ada juga Koran yang terbit sehari dua kali seperti Koran seputar Indonesia atau lebih dikenal sebagai sindo. Koran ini terbit setiap hari di pagi dan sore. Karena dibaca setiap hari, Koran biasanya memuat peristiwa hangt yang baru saja terjadi. Misalnya, speperti seputar ekonomi,kebudayaan,pilitik dan lain sebagainya.
2. Tabloid
                        Tabloid diperkenalkan untuk mereka yang selalu sibuk sehingga harus membaca Koran mobil, bus, dan kereta. Dengan ukuran tersebut, mereka dengan mudah membaca Koran tanpa harus membuk lebar-lebar, yang bias mengganggu orang disebelahnya.
            Tabloid biasanya terbit setia minggu atau dua minggu sekali. Tabloid biasanya ditujukan pada pembaca yang memiliki waktu luang untuk membaca. Sehingga isi pemberitaanya lebih mendalam. Biasanya memuat aspek gaya hidup, hiburan, keluarga, remaja maupun olahraga.
3. Majalah
                         Majalah merupakan setengah ukuran dari tabloid. Selain ukuran juga karena halaman demi halaman diikat dengan kawat (diheker) serta menggunakan sampul yang jenis kertasnya lebih tebal atau mengkilap dibanding kertas halaman dalam.
            Majalah juga memuat pemberitaan ringan dan mendalam. Namun bedanya majalah biasanya diterbitkan selama satu bulan satu kali. Halamanya yang penuh warna dan didominasi oleh gambar menjadi kelebihan tersendiri. sebuah majalah. Halamannya pun cukup tebal bias mencapai 200 halaman. Dan harganya pun lebih mahal dibandngkan dengan Koran dan tabloid.

4.) Jurnalistik Online
            Setiap informasi kini dapat di akses siapa saja,kapan, dan dimanapun. Perkembangan teknologi telah mengakibatkan berkembanganya tren informasi yang mewabah, dan terus berlangsung makin cepat. Kita amat menyadari itu ketika media social mulai booming di Indonesia sehingga menjadi aktifitas yang bersandin dengan media konvensional televise,radio dan majalah.
            Jurnalistik online kini disebut sebagai ruang paling menantang dan digandrungi. Kehadiran media baru yang memanfaatkan sarana internet yang tidak mengenal  tenggat waktu, teritori, dan deadline sebagaimana yand dikenal di media cetak. Genre ini dicirikan sebagai praktek jurnalistik yang mempertimbangkan beragam format media (multimedia) untuk menyusun isi liputan.
            Jurnlisme online memiliki masa depan yang cerah bahkan untuk bertahun-tahun lamanya. Ia memiliki elemen kekuatan yang tidak dimiliki oleh media konvensional lainnya. Ia mampu menggabungkan beragam bentuk dalam produk beritanya,audio,video,teks,dan foto bias dikemas bersamaan dalam satu produk berita saja.  Inilah yang media konvensional lain tidak bisa lakukan terlebih media cetak. Jurnalisme online unggul jauh disbanding dengan jurnlisme konvensional.
            Dengan dukungan teknologi perangkat canggih yang semakin inovatif, jurnalisme online bagai mendapat jalan lebar mnuju masa kejayaannya. Dan internet menjadi kendaraan menuju titik kejayaannya. Dunia jurnalistik Indonesia sendiri sudah mulai menjajaki jurnalisme online sejak lama. Ada banyak media berita dari yang awalnya media cetak kemudian beranak memiliki portal berita secara online, sampai dengan media berita yang memang lahir dengan jenis media jurnalistik online. Berikut adalah 5 besar portal berita online di Indonesia menurut Alexa.com :
·         Detik.com
·         Kompas.com
·         Tribunnews.com
·         Merdeka.com
·         viva.co.id

Data ini menunjukkan bahwa portal media online Indonesia cukup digemari. Mengingat kini internet bias di akses oleh siapapun,dimanapun dan kapanpun jurnalisme online seperti tidak aka nada matinya.



BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil pembahsan dalam makalah disimpulkan bahwa jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah, menyajikaan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak seluas-luasnya dan scepat-cepatnya.
Semakin berkembangnya jurnalistik Indonesia kemudian muculah macam-macam jurnalistik yang meliputi jurnalistik televisi, jurnalistik media cetak, dan jurnalistik online yang dimana mereka memiliki peran masing-masing.


DAFTAR PUSTAKA

Ishwara, Luwi. 2005. “catatan-catatan jurnalisme dasar”.Jakarta: Kompas

miftalestari.blogspot.com/2012/11/makalah-jurnalistik.html

itha911.wordpress.com/jurnalistik/jurnalistik-media-elektronik-audiovisual-jurnalistik televisi/

m.kompasiana.com/post/read/644771/3/kemajuan-jurnalisme-online.html

No comments:

Post a Comment