intan azizah tamburaka
stambuk : N1A514110
JURUSAN SASTRA INGGRIS
DASAR-DASAR JURNALISITIK
UNIVERSITAAS HALU OLEO
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pengertian jurnalistik tidak hanya
sebatas melalui media cetak seperti surat kabar,majalh dan lain-lain, namun
meluas menjadi media elektronik seperti radio dan televise. Berdasarkan media
yang digunakan meliputi jurnalistik cetak (print journalism), elektronik
(electronic journalism). Akhir-akhir ini juga telah berkembang jurnalistik
secara tersambung (online journalism).
Menulis
berita bukan sekedar mencurahkan isi hati. Sebuah berita harus dapat
dipertanggungjawabkan kebenarannya,actual dan informatif. Tidak seperti menulis
karangan yang mendayu-day. Kualitas berita tentu harus memenuhi criteria umum
penulisan, yaitu 5W+1H.
Dalam
makalah ini saya akan membahas tentang jurnalistik televisei, jurnalistik media
cetak , dan jurnalistik online. Dalam komunikasi massa media tersebut, lembaga
penyelenggeraan komunikasi bukan secara perorangan, melainkan melibatkan banyak
orang dengan organisasi yang komplek serta pembiayaan yang besar.
1.2 Rumusaan Masalah
1. Apa pengertian jurnalistik?
2.
Jurnalistik televisi
3.
Jurnalistik media cetak
4.
Jurnalistik online
1.3 Tujuan Makalah
Tujuan dalam
makalah ini adalah untuk mendeksripsikan pengertian jurnalistik, jurnalistik televisi,
jurnalistik media cetak dan jurnalistik online.
1.4 Manfaat Makalah
Manfaat yang
diharapkan dalam makalah ini adalah sebagai bahan informasi bagi pelajar dalam
upaya meningkatkan mutu pembelajaran jurnaalistik.
BAB II
PEMBAHASAN
1.) Pengertian jurnalistik
Secara
etimologis kata jurnalistik berasal dari bahasa perancis yaitu ‘journ’ yang
berarti catatan atau laporan hariaan.Secara singkat, jurnalistik berarti
kegiatan berhubungan dengan pencatat atau pelaporan setia hari.
Secara
harfiah, jurnalistik artinya kewartawanan atau hal-ikhwal pemberitahuan.
Menurut kamus, jurnalistik diartikan sebagai kegiatan untuk menyiapakan,
mengedit, dan menulis di surat kabar,majalah dan media massa lainnya.
2.) Jurnalistik Televisi
Jurnalistik
televisi adalah kegiatan mengumpulkan, mengolah dan menyebarkan informasi
berupa berita,feature,advertising, dan opini melalui media massa kepada
khalayak. Televisi adalah salah satu media massa/komunikasi berupa suara dan
gambar. Televisi merupakan hasil produk teknologi tinggi yang menyampaikan isi
pesan dalam bentuk audiovisual gerak kepada khalayak. Jurnalistik media
elektronik audiovisual, atau jurnalistik televisi siaran, merupakan gabungan
dari segi verbal, teknologikal, dan dimensi dramatika. Verbal berhubungan
dengan kata-kata yang disusun secara singkat, padat, efektif. Visual lebih
banyak menekankan pada bahasa gambar yang
tajam,jelas,hidupemikat,teknologikal,berkaitan dengan daya jangkau siaran,
kualitas suara, dan gambar yang dihasilkan serta diterima oleh pesawat televisi
penerima di rumah-rumah.
Hal yang
merupakan karakteristik dari sebuah televisi adalah News Productionnya yang
harus menggunakan bahasa tutur, bahasa gambar, melukiskan tentang gambar dan
atau melaporkan tentang gambar. Tentu saja penggunaan bahasa tutur ini sangat
banyak implikasinya, terutama karena harus benar-benar sinkron antar gambar dan
kata-kata.
Jurnalistik
televisi ini merupakan kegiatan pengolahan dan penyiaran berita yang dilakukan
melalui media televisi. Wartawan juga tidak semata disebut sebagai jurnalis,
mereka adalah broadcaster. Ada produser, peliput lapangan, ada juru kamera, ada
editor gambar, dan nada news anchor (penyaji berita).
Berta televisi
haruslah menarik,akurat,harus punya kapabilitas untuk memberikan kesaksian
tentang informasi yang diberikan, semua narasumber harus digali informasinya
secara seimbang, penulis harus sesuai dengan informasi yang didabat dari
realitas, fakta, dan narasumber.
3.) Jurnalistik Media Cetak
Jurnalistik
media cetak adalah kegiatan jurnalistik yang terorganisasikan, kemudian
melahirkan apa yang dikenal dengan pers, yaitu usaha-usaha penerbitan karya
jurnalistik yang berupa informasi dan berita. Usaha-usaha penerbitan atau per
situ memiliki kebijakan dalam hubungan dengan struktur masyarakat dan Negara.
Kebijakan itu kemudian menjadi orientasi dari karya jurnalistik yang berada
dalam lingkupnya. Sebutan pers berasal dari cara kerja mesin cetak menekan
huruf-huruf di atas kertas.
Dalam
sejarahnya, jurnalistik media cetak merupakan bentuk jurnalistik pertama
sebelum munculnya radio, televisi dan internet. Dari segi format dan ukurannya
media cetak terbagi menjadi berbagai segi, yakni format Koran, format tabloid,
dan format majalah.
1. Koran
Di Indonesia hampir seluruh Koran
berukuran sama karena kertas yang digunakan ukurannya standar internasional.
Koran
umumnya terbit setiap hari, bahkan banyak Koran yang menyebut mediannya sebagai
harian pagi. Namun pada perkembangannya, ada juga Koran yang terbit sehari dua
kali seperti Koran seputar Indonesia atau lebih dikenal sebagai sindo. Koran
ini terbit setiap hari di pagi dan sore. Karena dibaca setiap hari, Koran
biasanya memuat peristiwa hangt yang baru saja terjadi. Misalnya, speperti
seputar ekonomi,kebudayaan,pilitik dan lain sebagainya.
2. Tabloid
Tabloid diperkenalkan untuk mereka
yang selalu sibuk sehingga harus membaca Koran mobil, bus, dan kereta. Dengan
ukuran tersebut, mereka dengan mudah membaca Koran tanpa harus membuk
lebar-lebar, yang bias mengganggu orang disebelahnya.
Tabloid
biasanya terbit setia minggu atau dua minggu sekali. Tabloid biasanya ditujukan
pada pembaca yang memiliki waktu luang untuk membaca. Sehingga isi
pemberitaanya lebih mendalam. Biasanya memuat aspek gaya hidup, hiburan,
keluarga, remaja maupun olahraga.
3. Majalah
Majalah merupakan setengah ukuran dari
tabloid. Selain ukuran juga karena halaman demi halaman diikat dengan kawat
(diheker) serta menggunakan sampul yang jenis kertasnya lebih tebal atau
mengkilap dibanding kertas halaman dalam.
Majalah juga
memuat pemberitaan ringan dan mendalam. Namun bedanya majalah biasanya
diterbitkan selama satu bulan satu kali. Halamanya yang penuh warna dan
didominasi oleh gambar menjadi kelebihan tersendiri. sebuah majalah. Halamannya
pun cukup tebal bias mencapai 200 halaman. Dan harganya pun lebih mahal
dibandngkan dengan Koran dan tabloid.
4.) Jurnalistik Online
Setiap
informasi kini dapat di akses siapa saja,kapan, dan dimanapun. Perkembangan
teknologi telah mengakibatkan berkembanganya tren informasi yang mewabah, dan
terus berlangsung makin cepat. Kita amat menyadari itu ketika media social
mulai booming di Indonesia sehingga menjadi aktifitas yang bersandin dengan
media konvensional televise,radio dan majalah.
Jurnalistik
online kini disebut sebagai ruang paling menantang dan digandrungi. Kehadiran
media baru yang memanfaatkan sarana internet yang tidak mengenal tenggat waktu, teritori, dan deadline
sebagaimana yand dikenal di media cetak. Genre ini dicirikan sebagai praktek
jurnalistik yang mempertimbangkan beragam format media (multimedia) untuk
menyusun isi liputan.
Jurnlisme
online memiliki masa depan yang cerah bahkan untuk bertahun-tahun lamanya. Ia
memiliki elemen kekuatan yang tidak dimiliki oleh media konvensional lainnya.
Ia mampu menggabungkan beragam bentuk dalam produk beritanya,audio,video,teks,dan
foto bias dikemas bersamaan dalam satu produk berita saja. Inilah yang media konvensional lain tidak bisa
lakukan terlebih media cetak. Jurnalisme online unggul jauh disbanding dengan
jurnlisme konvensional.
Dengan
dukungan teknologi perangkat canggih yang semakin inovatif, jurnalisme online
bagai mendapat jalan lebar mnuju masa kejayaannya. Dan internet menjadi
kendaraan menuju titik kejayaannya. Dunia jurnalistik Indonesia sendiri sudah
mulai menjajaki jurnalisme online sejak lama. Ada banyak media berita dari yang
awalnya media cetak kemudian beranak memiliki portal berita secara online,
sampai dengan media berita yang memang lahir dengan jenis media jurnalistik
online. Berikut adalah 5 besar portal berita online di Indonesia menurut
Alexa.com :
·
Detik.com
·
Kompas.com
·
Tribunnews.com
·
Merdeka.com
·
viva.co.id
Data ini menunjukkan bahwa portal media online Indonesia
cukup digemari. Mengingat kini internet bias di akses oleh siapapun,dimanapun
dan kapanpun jurnalisme online seperti tidak aka nada matinya.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahsan dalam makalah disimpulkan bahwa
jurnalistik adalah kegiatan menyiapkan, mencari, mengumpulkan, mengolah,
menyajikaan, dan menyebarkan berita melalui media berkala kepada khalayak
seluas-luasnya dan scepat-cepatnya.
Semakin berkembangnya jurnalistik Indonesia kemudian muculah
macam-macam jurnalistik yang meliputi jurnalistik televisi, jurnalistik media
cetak, dan jurnalistik online yang dimana mereka memiliki peran masing-masing.
DAFTAR PUSTAKA
Ishwara, Luwi. 2005. “catatan-catatan jurnalisme
dasar”.Jakarta: Kompas
miftalestari.blogspot.com/2012/11/makalah-jurnalistik.html
itha911.wordpress.com/jurnalistik/jurnalistik-media-elektronik-audiovisual-jurnalistik
televisi/
m.kompasiana.com/post/read/644771/3/kemajuan-jurnalisme-online.html
No comments:
Post a Comment